Belajar Dari Abraham Lincoln

Belajar Dari Abraham Lincoln

Abraham Lincoln atau yang sering disapa Abe lahir di Hardin County, Kentucky, 12 Februari 1809. Lincoln merupakan presiden Amerika Serikat ke 16 mempunyai hubungan yang menarik dengan menteri pertahanannya Edwin M Stanton.  Bermula saat Lincoln menjadi pengacara lokal di Illinois, ia sempat menangani kasus hak paten Manny di tahun 1855. Kasus tersebut terdengar sampai Cincinnati, Edwin Stanton yang saat itu menjadi penasehat hokum di tempat tersebut mendepak Lincoln.
Kebencian dari Stanton berlanjut hingga saat pemilihan presiden.  Stanton yang merupakan saingan terberat dari Lincoln tidak bisa menutupi rasa bencinya terhadap Lincoln. Stanton sering mengeluarkan opini-opini pedasnya demi untuk menjatuhkan Lincoln di hadapan Masyarakat. Strategi  culaspun sering dilakukan oleh Stanton. meskipun akhirnya opini publik pun terbentuk dengan sendirinya, seiring dengan kemenangan mutlak Abraham Lincoln, sebagai presiden Amerika terpilih yang ke- 16.
Setahun setelah Lincoln menjabat sebagai seorang presiden, Lincoln dihadapkan pada sebuah perang yaitu perang saudara. Perang saudara merupakan sebuah perang saudara di Amerika Serikat. Sebelas negara bagian budak di Selatan mengumumkan pemisahan dari Amerika Serikat dan membentuk Konfederasi Amerika yang dikenal sebagai "Konfederasi". Dipimpin oleh Jefferson Davis, pihak Konfederasi memperjuangkan kemerdekaannya dari Amerika Serikat.
Lincoln dihadapkan pada situasi untuk memilih Secretary of War atau Mentri pertahanan, saat itu Lincoln menunjuk Stanton untuk menjadi Secretary of War. Itu sangat mengagetkan semua pihak. Stanton yang selama ini membenci Lincoln malah diangakat menjadi mentri pertahanan. Padahal selama ini Stanton yang berdiri di pihak oposisi kerap menegkritik kebijakan-kebijkan Lincoln. "Anda tidak sedang bergurau kan, Pak? Stanton itu saingan politik anda dan selalu berusaha menjatuhkan anda dalam setiap kesempatan," kata Asisten Pribadi sang Presiden. Dengan yakin Lincoln justru menjawab, "Saya memilih orang bukan berdasarkan suka atau tidak. Tetapi, karena kemampuan yang ia miliki. Stanton adalah orang yang tepat untuk posisi ini. Lagipula, dengan menjadikannya kawan, bukankah justru di situ kita telah mengalahkan musuh."
Stanton pun menerima Tawaran dari Lincoln. Seperti dugaan Lincoln Stanton merupakan orang yang tepat untuk mengisi posisi itu. Staton melakukan pekerjaannya dengan baik, berhasil mengakhiri perang, juga kembali mempersatukan Amerika kembali sebagai. Satu Negara dibawah kepemimpinan Abraham Lincoln. 
Saat terjadi pembunuhan terhadap Lincoln,  Stanton diberitakan berlutut di makam sang presiden dan berkata, “Kau adalah orang terhebat di dunia..”. Dari sikap Abraham Lincoln kita bisa pelajari bahwa jangan pernah untuk membalas kebencian dengan kebencian.
“Do I not destroy my enemies when I make them my friends?”  -Abraham Lincoln-

Bagikan Post

Artikel Terkait

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar